Gadis Sabah Bogel -

  • Pentingnya Keterlibatan Komunitas

  • Cinta pada Alam sebagai Sumber Inspirasi Gadis Sabah Bogel

  • Semangat “Bogel” — Cahaya yang Mengalir Pentingnya Keterlibatan Komunitas


  • Di antara suku‑suku yang mendiami Sabah—Kadazan‑Dusun, Murut, Bajau, dan banyak lagi—setiap nama biasanya mengandung harapan atau cerita. Bogel bukan sekadar rangkaian huruf; ia merupakan gabungan dua kata dalam bahasa Kadazan‑Dusun: “bo” yang berarti cahaya dan “gel” yang melambangkan air yang mengalir. Cinta pada Alam sebagai Sumber Inspirasi

    Sehingga Bogel dapat diartikan sebagai “cahaya yang mengalir”—sebuah metafora bagi seseorang yang membawa sinar harapan dan semangat ke setiap sudut kehidupan sekitarnya, seolah‑olah ia adalah sungai kecil yang menyinari hutan lebat di sekitarnya.


    Bogel menyadari bahwa banyak cerita Sabah yang belum terjamah oleh dunia luar. Ia ingin menulis novel yang menceritakan kehidupan masyarakat pedalaman, mengangkat isu‑isu penting seperti konservasi hutan, kesejahteraan perempuan, dan pemberdayaan ekonomi melalui kerajinan tangan tradisional.

    Untuk mewujudkannya, ia bergabung dengan Program Penulis Muda ASEAN yang diadakan oleh UNESCO. Di sana, Bogel bertemu penulis‑penulis lain dari negara‑negara Asia Tenggara, belajar teknik menulis kreatif, penerbitan digital, serta cara mempromosikan karya secara internasional. Ia mulai menulis dalam tiga bahasa: Bahasa Malaysia, Inggris, dan Bahasa Kadazan‑Dusun, sehingga pesan‑pesannya dapat menjangkau audiens yang lebih luas.