If you grew up in Indonesia in the early 2010s, there’s a high chance you didn’t meet Rapunzel as an English princess—you met her as a spirited, witty, and slightly sarcastic young woman speaking Bahasa Indonesia.
Disney’s Tangled (2010) wasn’t just another animated movie. It marked a golden era for dubbing in Indonesia. While subtitled movies were common, the Indonesian dub of Tangled managed to do something special: it made the film feel like it was made for us.
Let’s untangle why this dubbing holds a special place in our hearts. tangled dubbing indonesia
For many of us, we didn’t watch Tangled in theaters. We watched it on RCTI or Global TV during the school holidays, with slightly lower audio quality and a commercial break right when Rapunzel is about to see the floating lights.
That imperfect broadcast is the memory. The Indonesian dub became the definitive version for a generation of kids who didn’t speak English yet. If you grew up in Indonesia in the
Pembicaraan tentang Tangled tidak akan lengkap tanpa menyebut lagunya. Soundtrack film ini memang mendapat nominasi Oscar. Dalam versi dubbing Indonesia, lagu-lagu tersebut diterjemahkan dan dinyanyikan dengan sangat indah.
Lagu yang paling ditunggu tentu saja I See The Light. Dalam versi Indonesia, judulnya diterjemahkan menjadi "Cahaya". While subtitled movies were common, the Indonesian dub
Liriknya yang puitis diterjemahkan secara padu namun tetap mempertahankan makna aslinya. Salah satu lirik yang sangat diingat penggemar adalah bagian reff yang menyentuh hati. Penerjemahan lagu ini berhasil menangkap momen romantis saat lentera-lentera langit diterbangkan, memberikan kesan magis bagi penonton yang tidak terlalu fasih bahasa Inggris saat itu.